Hati yang bersih
Tak ada Nabi seperti Musa a.s. Dia bias berbicara kepada Tuhan setiap saat dia menginginkannya. Sekali waktu,dia berjalan di sebuah kampung dan melihat seorang pengikutnya sedang bersujud. Selang beberapa saat,dia kembali dan melihat pengikutnya itu masih dalam keadaan bersujud. Musa menegurnya. Katanya, “seandainya keperluanmu ada di tanganku,tentu aku sudah mengabulkannya.” Tuhan segera menimpali perkataan Musa. “Biarpun leher pengikutmu putus karena sujud,Aku tak akan pernah memenuhi keperluannya. Kecuali dia membesihkan hatinya lebih dulu, mengisinya dengan mencintai apa yang Kucintai dan membenci apa yang Kubenci.”
buku "menyerap energi ketuhanan"
No comments:
Post a Comment